Rabu, 04 Mei 2011

Cara Mengelola Sampah

4 R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace)
Sampah emang nggak mungkin dihilangkan ( itu namanya mustahil!), yang tepat adalah mengurangi sampah sesedikit mungkin dari sumbernya. Siapa sumbernya? Ya kita-kita ini, individu-individu yang ada dalam rumah tangga. Bila masing-masing kita mengurangi sesedikit mungkin samaph yang dibuang, maka kita telah berkonstribusi menguarangi persoalan yang ada. Misalnya nih, kalau biasanya sehari nyampah sebanyak 2 liter sehari, kurangilah menjadi 1 atau 1,5 liter. Kurangi terus sampai seminimal mungkin.
Temen-temen mungkin pernah dengar istilah 4 R? Ya betul, 4 R adalah Reduce, Reuse, Recycle, Replace. Apa sih 4 R itu ?
Reduce adalah mengurangi penggunaan atau pembelian bahan-bahan yang berpotensial menjadi sampah, apalagi bahan yang biodegrable alias nggak bisa terurai secara alamiah. Selektiflah membeli barang yang kemasannya tidak banyak / berlebihan, bahkan bila memungkinkan beli barang yang tidak ada kemasannya. Lho, memeng ada? Kalau mau usaha sih pasti ada! Gunakan lagi lap kain, serbet, dsb disbanding pakai tisu atau plastik, pakai kertas dibolak-balik, dan lain sebagainya, pokoknya kurangi hal yang nggak perlu, selain hemat (duitnya bisa ditabung), sampah pun berkurang.
Reuse adalah memakai kembali barang-barang yang masih dapat digunakan.Beli barang yang kemasannya bisa dipakai berulang kali. Jangan mudah buang barang yang sudah kita bosan. Sumbangkan pada yang membutuhkan. Sering dengar garage sale ? Kenapa nggak membiasakan untuk membeli barang-barang di sana ?
Recycle, yakni mendaur ulang barang-barang yang sudah tak terpakai menjadi barang baru yang sudah tak terpakai menjadi barang baru yang bermanfaat. Cobalah untuk membeli barang-barang hasil daur ulang. Mungkin tampilannya nggak terlalu bagus, tapi yang penting manfaatnya, ya nggak ? Meski di satu sisi daur ulang baru bisa dilakukan terbatas, contohnya plastik yang hanya bisa bisa didaur dua kali. Juga ada kasus dimana daur ulang malah meningkatkan sampah, Amerika contohnya, dari tahun 1960 – 1990 daur ulang meningkat dari 6 juta menjadi 33 juta, tetapi pada waktu yang sama, sampah-sampah meningkat dari 55 juta menjadi 130 juta ton. Namun, daur ulang tetap merupakan salah satu upaya mengatasi persoalan sampah.
Replace, yakni mengganti barang-barang yang biasa kita gunakan dengan barang lain. Misalnya mengganti dengan merek yang kandungan bahannya hanya menambah tumpukan sampah atau barang yang bahan dasarnya ramah lingkungan.
So, Melakukan pengurangan sampah dengan mengatur gaya hidup merupakan hal paling bisa kita lakukan. Ubah paradigma lama yang cenderung boros energi menjadi hemat energi. Yang diuraikan di atas baru dari sampah saja lho, padahal banyak masalah lingkungan lainnya dan banyak hal yang bisa kita lakukan. Save our eath, save our future, slow to flow, and let is flow!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar